Kamis, 04 Mei 2017

[Sinopsis] Princess Hours Thailand Episode 3


Di Episode 3 ini, Khaning masih belum memberikan keputusannya apakah ia akan menikah atau tidak. Tapi erita sudah tersebar dan semuanya tahu kalau Khaning adalah calon puteri mahkota itu. Khaning tidak bisa kabur lagi. Inn sendiri tidak mengerti kenapa Khaning setuju dengan pernikahan ini tapi saat ia tahu alasan Khaning, ia akhirnya memebrikan jawabannya atas pernikahan kerajaan ini.

Sinopsis Princess Hours Thailand Episode 3

Keluarga Khaning mencoba melawan 3 rentenir yang datang menagih hutang ke rumah mereka. Rentenir itu memukul ayah Khaning, melempar ibu Khaning, memukul Khanon dan memegang Khaning yang mencoba melawan mereka. Suasana benar-benar sangat kacau saat itu.
Untung saat itu sekretaris kerajaan segera datang dan menghentikan mereka. Awalnya pada rentenir itu tidak peduli pada sekretaris kerajaan, tapi saat pengawal mengeluarkan pistol mereka berhenti. sekretaris kerajaanmengatakan kalau ia bertanggung jawab untuk melindungi anggota keluarga kerajaan. Ia mengatakan kalau Khaning adalah tunangan putera mahkota Bhutin. Rentenir itu tentu saja shock mendengarnya.
sekretaris kerajaan mengancam mereka untuk segera pergi kalau tidak ingin masalah diperpanjang, akhirnya para rentenir itu meninggalkan rumah Khaning.


Utusan kerajaan dan keluarga Khaning duduk di ruang tamu. Sekretaris kerajaan menyampaikan pesan dari Raja, bahwa mereka ingin tahu bagaimana keputusan Khaning mengenai pernikahan ini.
Khaning masih bingung, ia tak tahu harus menjawab apa, ia melirik ayah dan ibunya, ia mengatakan sekretaris kerajaan sudah melihat bagaimana keluarga mereka dan ia bertanya apakah sekretaris kerajaan masih ingin ia menikah dengan putera mahkota Inn.
sekretaris kerajaan mengatakan keluarga Khaning tidak melakukan kesalahan, para rentenir itu yang keterlaluan.
Khaning kemudian memikirkan sesuatu dan bertanya, Jika aku setuju menikah, apakah keluargaku akan selamat (dari hutang-hutang itu)?
sekretaris kerajaan mengatakan Khaning tidak perlu khawatir dengan hal itu, setelah Khaning menikah maka keluarga Khaning akan menjadi bagian dari keluarga kerajaan, jadi semuanya akan baik-baik saja.
Khaning mencoba tersenyum kecil.

Malam itu, suasana di rumah Khaning heboh. Saat makan malam Khaning lagi lagi bertengkar dengan adiknya, ayah berteriak pada mereka untuk tenang karena ada orang di luar, sepertinya ada pengawal yang berjaga. Ternyata mereka meributkan siapa yang harus keluar, Khanon menolak dan Khaning terus menyuruh Khanon yang kesana.
Tiba-tiba sekretaris kerajaan masuk dan membuat mereka terkejut, semuanya berdiri. Mereka bertanya kenapa sekretaris kerajaan masuk dan sekretaris kerajaan mengatakan karena ia mendengar ribut-ribut di dalam jadi ia pikir terjadi kejadian seperti siang tadi HAHHAHAHAHA.
Tapi Khaning bingung kenapa malam-malam sekretaris kerajaan datang, ia menebak mungkin karena putera mahkota Inn menolak menikah dengannya. sekretaris kerajaan mengatakan tidak, karena putera mahkota tidak pernah mengatakan ia tak akan menikah dengan Khaning alias menolak pernikahan.
Khaning kecewa mendengarnya LOL.
Sekretaris kerajaan akhirnya jujur ia datang untuk dipijat LMAO.

Ayah tiba-tiba merubah nada bicaranya menjadi lebih cool meski ia mengatakan kalau lain kali sekretaris kerajaan harus datang di jam kerja HAHAHHAHA. Saat ayah akan menyiapkan alat-alatnya, sekretaris kerajaan menahannya, mengatakan kalau Ratu ingin segera berteu dengan Khaning.
Jadi ia bertanya pada Khaning apakah Khaning bersedia ke Bhutin besok menemui ratu, tentu saja harus berangkat bersama Inn.
Khaning terkejut, meski ia tahu cepat atau lambat ia pasti akan diajak ke kerajaan, tapi ia tak menyangka waktunya adalah besok.

Malam yang sama, Nakhun dan ibunya tiba di rumah mereka, mereka menyewa rumah yang lumayan besar meski kata ibunya itu kecil. Tapi ia tak masalah karena sebentar lagi mereka akan pindah ke istana.
Tapi Nakhun mengatakan kalau rumah ini sudah cukup besar bagi mereka berdua. Meski begitu ibu tampak tidak puas.
Kita beralih ke ring tinju, ada 2 orang sedang latihan tinju disana. Dan ibu Nakhun menelpon salah satu dari mereka. Orang itu mengenali ibu dan ibu mengatakan ia ingin meminta bantuan. Orang itu mengatakan ia akan melakukan apa saja.
Keduanya kelihatan memikirkan rencaa jahat.

Malam itu Khaning tidak bisa tidur. Ia menatap kalung dari kakeknya dan merasa resah akan pernikahanya.
Ayah mengetuk pintu kamarnya dan Khaning segera pura-pura tertidur lelap. Karena tak ada jawaban, ayah masuk dan menatap puterinya yang tertidur. Ayah mengatakan apapun keputusan Khaning, Khaning tidak usah khawatir karena mereka berempat akan berusaha melaluinya bersama-sama.
Ibu juga masuk ke kamar Khaning  dan mengatakan pada ayah biarkan Khaning memikirkan keputusannya sendiri. Meskipun khaning masih 19 tahun, mereka harus menghormati keputusan Khaning nantinya. Ibu meyakinkan ayah smeuanya akan baik-baik saja. Ibu membelai rambut puterinya. Ibu menangis mengatakan ia tahu puterinya punya impian sendiri dan sekaligus ingin membantu ayah dan ibu, tapi kehidupan Khaning adalah milik Khaning sendiri, tak peduli apapun keputusan Khaning, mereka bisa melaluinya bersama.
Ibu mencium puterinya.
Setelah ayah dan ibu meninggalkan kamarnya, Khaning membuka matanya, ia terlihat sedih dan kembali berfikir.
*BTW itu Khaning nangis nggak sih? download videonya ngga HD jadi ga jelas HAHAHHAHA.

Keesokan harinya, Khaning terbangun. Ia tampak tidak bersemangat. Ia langsung mengambil cemilan biskuit-nya dan mulai makan satu per satu sambil mengatakan iya, tidak, iya, tidak, iya, tidak (kalau di dorama biasanya pake kelopak bunga ya hehhehehe).
Dan tiba di biskuit terakhir, Khaning shock karena jawabannya adalah 'iya'. Tapi ia kemudian membelah biskuit jadi dua, ia membuang bagian 'iya' dan memakan bagian 'tidak' HAHHAAHHAHAHAHA. Lah emang itu membantu ya mbak? LMAO.
Khaning kemudian memutuskan jawabannya adalah tidak. Ia memanggil ibunya dan mengatakan ia tak akan menikah dengan puetra mahkota.

Tapi ternyata berita sudah tersebar, media sudah mengetahui siapa tunangan putera mahkota dan banyak wartawan yang berkumpul di depan rumah Khaning. OMG.
Ayah, ibu dan Khanon berjaga di depan gerbang, menghindari wartawan masuk ke rumah, para wartawan sangat penasaran dengan wajah calon puteri mahkota itu. Ayah berusaha menahan mereka mengatakan kalau puterinya gadis yang baik, mereka akan membiarkan Khaning diwawancarai nanti. Tapi para wartawan terus berdesakan meminta interview. Ibu, ayah dan Khanon berusaha menutup gerbang.

Khaning yang tidak menemukan ibunya di rumah berjalan keluar rumah, masih dengan wajah mengantuk dan rambut berantakan ia mengatakan ia tak akan menikah.
Para wartawan melihat Khaning dan mulai bergerombolan masuk ke halaman rumah untuk memotret Khaning. Khaning shock melihat hal itu dan meminta mereka jangan memotret. Ayah, ibu dan Khanon juga berusaha menahan, tapi mereka terdesak. Khaning segera lari ke rumah.
Pada akhirnya ayah, ibu dan Khanon berhasil menutup gerbang rumah mereka.

Khaning menangis di ruang tamu. Khanon excited masuk ke rumah menemui kakaknya, mengatakan puteri Ning mereka sekarang sangat terkenal. Khaning mengatakan ia tak akan menikah.
TV kemudian menyiarkan berita mengenai calon menantu kerajaan dan Khanon mengatakan kalau Khaning sudah tak bisa membantah lagi karena wajah Khaning sudah ada di TV.
Khaning kesal dan tak mengerti apa maksud Khanon sampai ia melihat ke TV dan wajahnya sudah menyebar se-Thailand. Wajah calon puteri mahkota yang baru bangun tidur HAHHAHAHAHHAAHHAHA.

Khaning menangis *tapi lucu* karena ia sangat jelek di foto itu. Khaning merengek karena pada akhirnya ia tak punya pilihan.
Ayah dan ibu masuk dan melihat Khaning yang menangis, mereka malah tersenyum senang karena Khaning setuju menikah. Khaning terus menangis lucu karena hanya dia yang sedih dengan pernikahan ini.

Inn ada di rumah dan melihat berita pagi itu. Tapi ia tak mengatakan apa-apa dan hanya menghela nafas.

Sementara itu Minnie yang sedang latihan juga melihat berita pagi itu, Inn yang akan menikah dengan rakyat biasa bernama Khaning, Minnie terkejut dan tentu saja ia tidak menyukai berita itu.

Pagi itu, wartawan juga sudah berkumpul di halaman sekolah, mereka di larang masuk ke gedung jadi mereka hanya menunggu di luar.
Khaning tiba di sekolah menggunakan penutup kepala untuk menyembunyikan diri, tapi ia tak sengaja menabrak salah satu wartawan dan penutup kepalanya lepas. Para wartawan mengenalinya dan mulai mengelilinginya, mereka ingin meminta interview.
Khaning berusaha kabur dari sana, tapi para wartawan mengejarnya.

Sementara itu 3 teman Khaning juga mengetahui hal itu dan mereka merasa kesal karena kHaning tidak mengatakan apa-apa pada mereka, padahal mereka berteman.
Mereka bertiga beneran kesal karena Khaning yang akhirnya akan mendapatkan putera mahkota dan mereka mulai pindah hati ke teman puetra mahkota LMAO.
Khaning yang masih melarikan diri dari kejaran wartawan lewat disana dan meminta temannya membantunya, tapi temannya tidak mempedulikannya, mereka cuek pada Khaning. Bahkan teman yang pakai kaca mata juga sama, ia mengajak mereka ke kelas dan ketiganya meninggalkan Khaning.
Khaning tak punya waktu menjelaskan karena wartawan menemukannya, Khaning kabur lagi.

Sementara itu, penutup kepala Khaning (syal/jilbab) yang terjatuh di lantai ditemukan oleh seseorang. Prince Nakhun. Awwwwwwwwwww. GANTENG!!!!
Seseorang sedang ebrsih-bersih di lantai atas dan debunya mengenai bajunya, jadi ia berhenti untuk membersihkan bajunya. Ia membuka blazernya untuk membersihkan debu saat Khaning lewat disana dan melihat hal itu.
Ia kemudian tiba-tiba merebut blazer Nakhun dan meminjamnya, lebih tepatnya ia memaksa Nakhun melindunginya dengan menutupi wajah mereka berdua dengan blazer, mereka berlindung dibawah blazer itu.
Khaning meminta Nakhun diam. Nakhun tidak mengerti tapi ia menuruti Khaning.

Hal itu berhasil, para wartawan tidak mengenalinya, dikira ada 2 orang yang lagi pacaran mesra dibawah blazer HAAHHAHAHHA.
Khaning akhirnya bisa tenang karena para wartawan tidak menemukannya. Ia berterima kasih pada Nakhun dan baru menyadari wajah Nakhun sangat dekat dengannya. Khaning menatapnya beberapa detik dan mengomentari kulit Nakhun sangat bagus HAHAHAHAHAHAHA. Khaning bahkan menyentuh wajah Nakhun, Nakhun cuma bisa tersenyum.
Setelah memastikan wartawan tidak ada disana, Khaning lega. Ia mengira kalau Nakhun mungkin aktor, karena sangat tampan LOL.
Khaning akan pergi tapi Nakhun melihat wartawan lagi dan menarik Khaning ke dalam pelukannya. Omooo omo omo omooo!!!!
Khaning terkejut, tapi ia diam saja.

Setelah semuanya aman, Khaning berterima kasih lagi. Nakhun memperkenalkan namanya, ia tersenyum manis pada Khaning. Khaning mengulurkan jari telunjuknya dan meminta Nakhun melakukan hal yang sama dengan isyarat.
Jari telunjuk Nakhun hampir menyentuh jari telunjuk Khaning, tapi tiba-tiba Khaning malah menarik tangannya dan melambai pada Nakhun. Ia melihat syal-nya disana dan mengambilnya. Ia berterimakasih pada Nakhun dan dengan segera meninggalkannya.
Nakhun bingung dengan Khaning, tapi ia tersenyum menatap kepergian gadis itu.

Sepulang sekolah, Khaning tidak main-main dulu dan langsung pulang, ia khawatir wartawan mengejarnya.
Tiba-tiba mobil Inn lewat dan berhenti di dekatnya. Khaning terkejut.
Inn bertanya apakah Khaning tahu kalau hari ini dia harus datang ke istana. Khaning tidak menjawab. Khaning kelihatan masih khawatir wartawan mengejarnya jadi ia tak terlalu menghiraukan apa yang dikatakan Inn.
Inn mengatakan ia tak tahu kenapa khaning setuju menikahinya, tapi baginya ia setuju karena ia harus memenuhi janji kakeknya. Khaning diam saja saat Inn bertanya lagi apa alasan Khaning.
Pengawal Inn keluar dari mobil setelah diberi aba-aba, ia meminta Khaning masuk ke mobil. Khaning mengatakan ia belum memberitahu ayah dan ibunya, tapi pengawal mengatakan tidak perlu mengkhawatirkan hal itu karena mereka akan mengurusnya.
Khaning akhirnyatak bisa menolak dan masuk ke mobil.

Khaning malah kelihatan senang masuk ke mobil Inn, ia menatap Inn sambil tersenyum HAHAHHA (kok beda dari eskpresinya pas diluar tadi ya LMAO).
Inn sih nggak peduli ya, dia menyuruh pengawalnya menjalankan mobil.
Sementara itu Nakhun melihat hal itu, ia tersenyum. Mobil Inn lewat di hadapan Nakhun dan Nakhun tersenyum melihatnya.
Inn terkejut karena ia melihat Nakhun disana, tapi kemudian ia tampak tersenyum kecil.

Dan aku baru tahu kalau jarak istana dan tempat sekolah Khaning dkk itu jauh banged LMAO!!!!
Masa mereka pulang pake pesawat O_0
Ternyata selama ini Inn pulang pergi naek pesawat HAHAHHAHAHA.
Khanin sudah ada dalam pesawat itu, ia terpesona melihat kemewahan di  dalamnya. Ia bertanya apakah Inn setiap hari naik pesawat ini, pulang pergi dari rumah ke sekolah?
Inn tidak menjawab, yang menjawab adalah pengawal Inn yang mengatakan itu adalah kegiatan sehari-hari putera mahkota. Khaning kagum merasa kalau itu keren.

Khaning akhirnya duduk dan mulai main-main dengan tempat duduk seperti merendahkan dan menaikkan sandarannya. Inn tampak kesal dengan Khaning yang seperti orang pertama kali naik pesawat.
Ia akhirnya menyuruh Khaning untuk diam, jangan bermain-main. Khaning cemberut dan mengatakan kalau ini pertama kalinya ia naik pesawat.
Khaning kemudian mulai bertanya bagaimana Bhutin itu, apakah indah, apakah banyak tempat wisatanya, berapa jam mereka akan sampai disana, apakah ia boleh tidur, apakah mereka jalan kaki ke istana atau dijemput oleh mobil,  dan bla bla bla.
Inn sangat kesal karena Khaning tidak bisa diam, ia mengingatkan Khaning kalau seharusnya hal yang ditanyakan Khaning adalah apa yang harus Khaning lalukan di istana.
Khaning mengatakan ia tahu itu, makanya sekarang ia pergi kesana.
Inn malas berdebat dengan Khaning dan memasang headphone-nya. Khaning menatapnya dengan kesal. Bagaimanapun Khaning tidak bisa menyukai pangeran bermulut tajam itu.

Khaning dan Inn tiba di istana. Inn keluar dari mobil dan Khaning meminta Inn menunggunya. Inn tak peduli dan masuk ke dalam duluan HAHHAHAHA.
Khaning sepertinya mabuk, kepalanya pusing. sekretaris kerajaan menyambutnya. Ia meminta salah satu dayang menemani Khaning sampai Khaning merasa baikan, baru kemudian bertemu dengan Ratu.
Khaning mengatakan tidak perlu, ia langsung menyentuh kepalanya, memijat kepalanya dan meminkan kepalanya agar ia merasa baikan, membuat semua dayang dan pengawal disana kaget HAHHAHAHA. Well, Khaning bersikap tidak feminin sih ya.
Khaning sudah merasa baikan dan mengatakan mereka bisa menemui ratu sekarang. Dayang menunjukkan jalan padanya.

Khaning terpesona dengan istana, sangat indah, ada banyak bunga disana, pemandangannya sangat cantik di dalam istana. Khaning menyukainya.
Sebagai gadis biasa, Khaning langsung mengambil ponselnya dan mengabadikan pemandangan indah itu. Ia bahkan mengajak dayang yang bersamanya untuk selfie HAHAHAHHAHAHA.
Mereka sampai tidak sadar kalau Ratu sudah ada disana. Begitu para dayang sadar, mereka panik dan langsung memberi hormat. Khaning juga memberi salam, gaya biasa.

Khaning bertemu dengan Ratu untuk pertama kalinya, mereka duduk untuk bicara. Suasana sangat canggung. Khaning berusaha menunjukkan wajah tersenyumnya sementara ratu kelihatan sangat dingin.
Ratu mengatakan kalau Khaning pasti lelah. Khaning membenarkan, tapi ia kesulitan untuk bicara bahasa sopan, ia bahkan tak tahu harus memanggil ratu bagaimana, sampai dayang mengatakan panggilan sebenarnya HAHAHAHHAHA.
Ratu hendak mulai bicara lagi tapi LINE Khaning berbunyi terus, tiba-tiba banyak pesan masuk HAHAHHAHAHA. Ratu benar-benar kesal dibuatnya.Khaning dengan cepat mematikan ponselnya.
Setelah semuanya tenang, pembicaraan dilanjutkan.

Ratu bertanya Khaning belajar apa disekolah (jurusan kali ya) dan Khaning menjawab ia belajar seni. Ratu juga bertanya mengenai keluarga Khaning dan Khaning menjawab ayahnya membuka rumah pijat dan ia membantu disana kalau ia libur.
Ratu kemudian menanyakan mengenai pendapat Khaning tentang pernikahan ini. Ratu menyuruh dayang meninggalkan mereka berdua saja. Ratu bertanya lagi, kali ini pertanyaan yang ingin ia tanyakan sebenarnya, apa keputusan Khaning tentang pernikahan ini?
Khaning bingung ingin menjawab bagaimana, ia mengatakan kalau ia masih belum yakin, tapi jika ia menikah, apakah keadaan keluarganya akan membaik?
Ratu tersinggung karena Khaning berani membicarakan masalah uang dengannya.
Khaning mengatakan itu karena keadaan keluarganya sekarang sangat sulit. Jadi jika ia menikah maka ia bisa membantu keluarganya.
Ratu mengambil kesimpulan, artinya kau tidak mencintai puteraku? (Lah, gimana cinta, kenal aja baru mom, HAHAAAH). Ratu mengatakan kalau Khaning menyetujui ini karena uang.
Khaning mengatakan ia baru bertemu dengan Inn sekitar seminggu yang lalu, jika ia mengatakan ia menyukai Inn, Ratu pasti tahu kalau ia berbohong.

 
Ratu mengatakan mereka bisa berhenti membahas itu. Tentang keluarga Khaning, jika Khaning menikah, maka keluarganya pasti akan lebih baik. Tapi ia memberikan waktu untuk Khaning memikirkan kembali keputusannya. Pada saat itu, ada banyak hal yang perlu mereka lakukan, apalagi setelah Khaning masuk ke istana.
Khaning mengangguk meski ia masih kurang paham.
Ratu menjelaskan kalau Khaning harus masuk ke istana sebelum upcara pernikahan dan belajar mengenai bagaimana menjadi puteri mahkota yang baik. Dan setelah menikah, Khaning bisa melanjutkan sekolahnya bersama putera mahkota, tapi Khaning hanya akan mempelajari beberapa pelajaran saja. Khaning bingung.
Ratu melanjutkan kalau Khaning punya banyak hal untuk dipelajari untuk menjadi ratu selanjutnya, dan itu sangatlah complicated, mereka akan mengikuti tradisi istana. Khaning akan mulai belajar di istana, akan ada tutor untuknya nanti.
Khaning bertanya apakah ia bisa bertemu dengan keluarganya. Ratu mengatakan setelah menikah wanita akan menjadi anggota keluarga sang suami, jadi Khaning akan tinggal di istana dan bukan anggota keluarga, keluarganya yang sekarang lagi.

Malam harinya, Ibu Suri, Ratu dan Raja membicarakan masalah puetri mahkota. Ratu mengatakan ia mengerti Khaning masih muda tapi ia pikir Khaning tidak cocok tinggal di istana, ia mempertimbangkan sikap Khaning saat menemuinya tadi. Ia yakin Khaning tidak sesuai untuk Inn. Ia khawatir.
Ibu suri mengatakan meski sikap Khaning tidak cukup bagus, ia mendengar dari sekretaris kerajaan bahwa keluarga Khaning sedang mengalami masa sulit, ia Khaning adalah orang yang penuh terimakasih, ia merelakan hidupnya untuk membantu keluarganya.
Ibu suri bisa melihat dari mata Khaning kalau ia pikir gadis itu akan membawa kebahagiaan dalam keluarga mereka dan membuat istana lebih hidup (lah, kapan nenek ketemu? o_0)
Nenek menyukai Khaning.
Sementara itu Inn mendengarkan pembicaraan mereka diam-diam.

Raja mengatakan Ratu kelihatan sangat khawatir.
Ratu mengatakan ia memang khawatir pada putera mahkota, karena Inn berubah sejak belajar di Inggris.
Raja mengatakan Inn jadi belin pemberontak. Ratu berkata bukan itu maksudnya. Ibu suri mengataka kalau menurutnya itu bagus, karena Inn jadi lebih percaya diri. Ia mengatakan Raja dan Ratu berfikir telalu banyak.

Inn kemudian datang menemui mereka dan mengatakan keputusannya. Kalau ia siap untuk memenuhi janji kakeknya. Ia bersedia menikah dengan Khaning.
Ibu suri senang mendengarnya, begitu juga raja dan ratu. Inn kelihatan tersenyum tulus kali ini.
*eaaaaaaa apakah setelah mendengar kalau Khaning mengorbankan diri masuk istana untuk keluarga?

Waktu berlalu. Hari keberangkatan puteri mahkota ke istana.
TV sudah menyiarkan berita mengenai hal itu. Khaning masih di rumahnya, ia menatap foto keluarganya dan ia teringat pembicaraannya dan ibu. Ibu menangis mengatakan jika Khaning tidak ingin menikah, maka Khaning tidak perlu melakukannya. Mereka akan mencari cara menyelesaikan masalah mereka. Ibu bahkan menawarkan Khaning sekolah di luar negeri karena Khaning selalu ingin melakukannya.
Khaning terlihat sangat sedih. Ini adalah hari terakhirnya di rumah mereka. Gaun sudah ada dihadapannya, gaun yang akan ia pakai ke istana.

Khaning duduk dan menangis. Ibu masuk ke kamar dan bertanya kenapa Khaning belum bersiap, ini saatnya berangkat.
Khaning bertanya pada ibunya apakah ia harus pergi? Ia tinggal di rumah mereka sejak pertama ia dilahirkan, Ia pikir ia tak akan bisa tidur di istana.
Ibu menggenggam tangan puterinya dan mengatakan cepat atau lambat, wanita akan menikah, itu adalah hal normal. Meskipun Khaning tidak pergi sekarang, Khaning akan pergi suatu hari nanti. Ia meminta puterinya jangan terlalu khawatir. Ia yakin jika khaning pergi, masa depan Khaning akan lebih baik.
Khaning menangis dan memeluk ibunya. *sobs i feel you girl T__T

Di luar, para wartawan berkumpul.
Sekretaris kerajaan ada disana untuk menjemput Khaning dan beberapa pengawal. Sekretaris kerajaan bicara dengan ayah sambil menunggu Khaning keluar dari rumah.
Khaning akhirnya berjalan keluar dari rumahnya dengan gaun pinknya, bersama ibu, Khanon dan dayang. Para wartawan sibuk memotret puteri mahkota.
Khaning menggenggam tangan ayahnya dan mengatakan kalau ia akan pergi. Ayah memanggil puterinya dengan 'my princess' dan memintanya menjaga diri. Ia memeluk ayahnya.
Khanon juga tiba-tiba jadi manja dan memanggil Khaning dengan my princess, ia memeluk kakaknya.

Saatnya tiba, Khaning melangkah perlahan menuju mobil itu, jika ia masuk maka ia tak akan bisa keluar lagi. Ia menatap ayah dan ibu. Ayah dan ibu mengangguk menahan air mata mereka.
Khaning akhirnya masuk ke mobil. Pintu di tutup.
Mobil Khaning bersiap berangkat. Ayah, ibu dan Khanon melambai di luar.
Khaning menatap mereka, ia mennagis dan melambaikan tangan. Mobil berangkat meninggalkan rumah keluarga Khaning.

-The End-

Komentar:
Awwwwwwwwwwww sedih banged!!!!
Adegan terakhir sukses membuat aku meneteskan air mata + adegan Khaning dan ibunya.
Aku rasa versi ini lebih sedih dari versi Korea untuk bagian yang ini ya.
Well, wanita memang akan menikah dan menjadi bagian keluarga suami, artinya menikah ke keluarga si suami jadi akan meninggalkan rumah (meski ada juga yang suami menikah ke keluarga istri).
Kadang aku iri banged sama cowok yang nggak harus meninggalkan keluarganya T________T

Khaning yang galau menikah atau tidak memang lucu banged. Apalagi saat ia keluar dengan wajah ngantuk dan difoto oleh wartawan, kemudian ia menangis karena mukanya jelek banged. Aku sih bingung ya darimana wartawan tahu kalau calon puteri mahkota adalah Khaning. Perasaan istana belum membuat pengumuman, karena kan Khaning belum memberikan keputusannya juga. Gara-gara itu Khaning nggak bisa kabur lagi ya, LOL.
Ternyata sikap teman-teman Khaning sama dengan versi Korea, mereka kesal karena Khaning tidak mengatakan pada mereka kalau dia lah si calon puteri mahkota itu, awalnya aku pikir mereka akan excited dan ga ngambek HAHAHHAHA.

Nakhun akhirnya bertemu dengan Khaning dan pertemuan mereka so sweet bangeeeeeeeeeed!!!!!
Nggak ada pake buka celana ya di versi ini, cuma menemukan syal Khaning aja. Dan Khaning sembunyi di pelukan Na Khun itu the sweetest thing di episode ini XD XD
Nakhun memang ganteng banged, Khaning aja bilang kulitnya bagus LMAO.
Tapi ngapain si Khaning menawarkan jarinya ya kalau akhirnya nggak disentuh juga HAHAHHAHAHAH.

Inn sepertinya setuju karena sudah tahu alasan Khaning kali ya. Sepertinya sih ia juga penasaran kenapa Khaning mau, awalnya ia mungkin berfikir karena title 'puteri mahkota' aja makanya Khaning mau. Tapi mengetahui kalau Khaning juga sebenarnya nggak mau, tapi demi keluarganya akhirnya Inn menyampaikan kalau ia bersedia.
Nenek pinter menebak kalau Khaning akan membawa angin baru bagi keluarga kerajaan yang kaku. Tapi di episode ini kenapa nggak ada adegan nenek ketemu Khaning ya, aku jadinya bingung pas nenek bilang ia melihat di mata khaning dan bla bla bla.
Di versi korea sih neneknya penasaran banged jadi dia datang saat Chae Kyeong bicara dengan ratu HAHAHAHAHA.


Udah 3 episode tayang, rasanya makin penasaran dengan episode selanjutnya.
Sampai saat ini sih subtitle-nya lancar ya, ada akun di youtube yang nge-sub lumayan cepat. Jadinya aku download dan menonton online, jadi kerjaan ada 2, buat koleksi dan bikin sinopsis HAHAHHAHA.
Aku pengen adegan adeknya Khaning dibanyakin, tapi kayaknya sulit ya, setelah ini Khaning bakalan masuk istana dan scene keluarganya akan makin sedikit. Aku harap di istana Khaning jangan jadi crybaby, semoga bukan ia yang menyesuaikan kehidupan disana tapi mereka yang harus terbiasa dengan Khaning HAHAHHAH.
Share:

2 komentar:

  1. Thanks y boleh kasih tau eps 4 nya kapan tayangnya? Besok atau Minggu depan.😘😘

    BalasHapus
    Balasan
    1. minggu depan lah 😅
      tiap senin n selasa

      Hapus

Translate

Follow by Email

[Trivia] Japanese Movie Recommendations List

Karena ada banyak yang menanyakan rekomendasi untuk J-Movie, jadi aku memutuskan untuk membuat list rekomendasi Japanese Movi...

Recent Posts

Recent Posts Widget

Popular Posts

Drama / Movie

A Story of Yonosuke Age of Youth Age of Youth 2 amachan Anikoma Anohana Ao Haru Ride April Fools Arbitratily Fond At Cafe 6 Beppin-San Biscuit Teacher and Star Candy Bittersweet Blindly in Love Boku Dake ga Inai Machi Boku no Ita Jikan Bubblegum Cafe Waiting Love Crybaby Pierrot's Wedding Daily Lives of High School Boys Dating DNA Departures Eien no Zero Evergreen Love Father is Strange Fleet of Time Forever Young Frankenstein no Koi From Five to Nine Gapdongi Gochisousan God Gift Good Morning Call Goon Ju Hana and Alice Her Love Boils Bathwater Himitsu no Akko Chan Hirunaka no Ryuusei Hiyokko Honey and Clover Hot Road Hyouka I Love You in Tokyo I Want to Eat Your Pancreas Isshukan Friend Itakiss LIT Itakiss LIT S2 Itakiss Movie Kidnap Tour Kiki Delivery Service Kimi no Na Wa Kingyo Club Kiss Me Thailand Koe no Katachi Koinaka Linda Linda Linda Love Letter Lucky Romance Ma Boy Man From The Stars March Comes in Like a Lion Mare May Who? My Husband Can Not Work My Little Sweet Pea My Old Classmate Nagi no Asukara Nodame Cantabile Oboreru Knife Omotesando On The Wings of Love One Million Yen Girl Operation Love Ore Monogatari Our Little Sister Our Times Pinocchio Princess Hours Thailand Rage Rainbow Song ReLIFE Reply 1988 Romance Full of Life Sakurada Reset Sannin No Papa she was pretty Shigatsu wa Kimi no Uso Sing Salmon Sing Solanin Sound of Your Heart Splish Splash Love Ssam My Way Strobe Edge Sukina Hito ga Iru Koto Teiichi no Kuni The 100th Love The Anthem of the Heart The Best Hit The Great Passage The Left Ear The World of Us Today's Kira-kun Toki wo Kakeru Shojo Tokyo Tarareba Girls Tomorrow Cantabile Tonari no Kaibutsu-kun Toto Nee Chan Twenty Years Old Twilight Saya in Sasara Under the Hawthorn Tree Wakamonotachi Warotenka We All Cry Differently What A Wonderful Family Yellow Elephant Youth Over Flowers

Arsip Blog

Recent Comments

Random Posts